Cara Posting Tulisan & Tugas :
1. Membuat Blog
Bagi yang belum punya blog, langsung bikin aja blog anda di blogspot ini,
gratis dan gampang. Ikuti aja langkah-langkah bikin blognya.
www.blogger.com/signup.g
2. Membuat Tulisan/Tugas di Blog
Tulisan berbeda dengan tugas. Tulisan bersifat bebas, bisa puisi, cerpen, lirik
lagu, bahkan curhatan anda sekalipun bisa anda masukkan sebagai tulisan.
Sedangkan tugas tidak bersifat bebas. Tema dari tugas ditentukan oleh dosen
masing-masing, dan banyaknya tugas yang harus di posting juga tergantung dari
permintaan Dosen anda masing-masing.
Lanjutan dari yang tadi, setelah selesai membuat Blog, masuk ke blog anda lalu
buat Entri Baru.
Klik
"ENTRI BARU"
Setelah itu akan muncul webpage seperti dibawah ini, Masukkan judul dan isi
tulisan/tugas anda.
Anda juga bisa memasukkan Gambar, Video, maupun Link. Semuanya lengkap tepat
berada di bagian bawah Judul. Jika sudah selesai klik "TERBITKAN
ENTRI"
3. Posting Tulisan di Studentsite
setelah sudah selesai membuat tugas atau tulisan di blog, saatnya anda
mempostingnya melalui Studentsite. pertama, masuk ke studentsite anda lalu
pilih menu "Tulisan"
Setelah itu akan muncul web page
1.masukkan Judul tulisan yang anda buat
Contoh : Cara Posting Tulisan & Tugas
2. masukkan alamat URL dari tulisan yang anda buat tadi.
Contoh : http://catatan-syam.blogspot.com/2010/11/cara-posting-tulisan-tugas.html
Hal yang penting adalah Masukkan alamat URL yang
akurat, langsung menuju tulisan yang anda buat. Jangan sampai URL yang anda
masukkan nyasar atau masuk ke halaman web kosong. Disarankan untuk
mengcopy langsung alamat URL dari tulisan yang anda buat, lalu pastekan ke
kolom URL yang ada di studentsite. Disarankan untuk tidak memasukkan alamat URL
dengan menulisnya secara manual.
3. Setelah semuanya selesai klik submit
Tepat diatasnya dapat anda lihat tulisan-tulisan yang telah anda posting.
4. Posting Tugas di Studentsite
Caranya hampir sama dengan posting tulisan. Pertama-tama pilih menu Tugas
Setelah itu akan muncul web-page seperti di bawah ini.
Masukkan judul tugas anda, sesuai dengan yang diminta oleh dosen. Masukkan
alamat URL dari tugas yang anda buat lalu masukkan Mata Kuliahnya. Setelah
semuanya selesai tinggal klik "Submit"
Tepat diatasnya dapat anda lihat tugas-tugas yang telah anda posting.
5. Mengecek Tugas & Tulisan
Sangat penting untuk mengecek apakah tulisan & tugas yang anda buat sudah
masuk atau tidak. Caranya adalah dengan membuka webpage : (NPM
ANDA).student.gundarma.ac.id
contoh : 53409315.student.gunadarma.ac.id
Rabu, 13 Juni 2012
SOFTSKILL
JELASKAN BAGAIMANA PERKULIAHAN SOFTSKILL
SOFTSKILL (Kemampuan NON-TEKNIS) kemampuan seseorang untuk bisa bersosialisasi dan berkomunikasi dengan baik pada lingkungan dimana dia berada. Sifatnya invisible. Attribut dari softskill ini seperti, Sikap baik seperti integritas, inisiatif, motivasi, etika, kerja sama dalam tim, kepemimpinan, kemauan belajar, komitmen, mendengarkan, tangguh, fleksibel, komunikasi lisan, jujur, berargumen logis, kemampuan beradaptasi, pemecahan masalah dan lainnya.
SOFTSKILL salah satu tujuannya adalah untuk membuka wawasan mahasiswa dengan membuat tulisan yang terkait dengan topik - topik yang berkaitan dengan mata kuliah yang menunjang mata kuliah soft skill tersebut. Nah untuk mata kuliahnya sendiri berbeda - beda setiap jurusan, contohnya saya, mata kuliah yang saya dapat adalah hukum dagang perdata yang menjadi penunjang soft skill yang saya jelaskan tadi. Saya dan teman - teman wajib membuat tulisan (tugas dosen) yang berkaitan dengan mata kuliah hukum dagang dan perdata baik itu yang sudah ditentukan oleh dosennya atau yang dibuat sendiri.
SOFTSKILL (Kemampuan NON-TEKNIS) kemampuan seseorang untuk bisa bersosialisasi dan berkomunikasi dengan baik pada lingkungan dimana dia berada. Sifatnya invisible. Attribut dari softskill ini seperti, Sikap baik seperti integritas, inisiatif, motivasi, etika, kerja sama dalam tim, kepemimpinan, kemauan belajar, komitmen, mendengarkan, tangguh, fleksibel, komunikasi lisan, jujur, berargumen logis, kemampuan beradaptasi, pemecahan masalah dan lainnya.
SOFTSKILL salah satu tujuannya adalah untuk membuka wawasan mahasiswa dengan membuat tulisan yang terkait dengan topik - topik yang berkaitan dengan mata kuliah yang menunjang mata kuliah soft skill tersebut. Nah untuk mata kuliahnya sendiri berbeda - beda setiap jurusan, contohnya saya, mata kuliah yang saya dapat adalah hukum dagang perdata yang menjadi penunjang soft skill yang saya jelaskan tadi. Saya dan teman - teman wajib membuat tulisan (tugas dosen) yang berkaitan dengan mata kuliah hukum dagang dan perdata baik itu yang sudah ditentukan oleh dosennya atau yang dibuat sendiri.
Minggu, 06 Mei 2012
penderitaan rakyat masa pendudukan jepang
Penderitaan rakyat masa pendudukan Jepang
Selama dijajah Jepang rakyat Indonesia sangat
menderita. Penderitaan rakyat Indonesia selama masa penjajahan Jepang antara
lain sebagai berikut.
- Jepang merampas hasil pertanian rakyat, seperti padi dan jagung untuk persediaan makanan pasukan Jepang. Akibatnya, rakyat tidak punya cukup makanan dan kelaparan. Karena kurang gizi rakyat mudah terserang penyakit. Berbagai penyakit, seperti tipes, kolera, beri-beri, dan malaria merajalela di mana mana. Obat-obatan sulit didapatkan. Banyak rakyat Indonesia terpaksa memakai pakaian dari karung goni, karet lempengan, atau bahkan pakaian dari daun rumbia. Karena penderitaan itu, ribuan rakyat meninggal.
- Pemerintah Jepang sangat ketat melakukan pengawasan terhadap pemberitaan. Media masa disegel.
- Jepang juga memanfaatkan rakyat Indonesia untuk diperas tenaganya bagi keperluan Jepang. Para pekerja paksa pada zaman Jepang disebut romusha. Jepang mengerahkan rakyat Indonesia khususnya para pemuda untuk membangun prasarana perang, seperti: kubu-kubu, jalan raya, bandar udara, benteng, jembatan, dan sarana perang lainnya.
Para romusha harus bekerja berat dalam bahaya
serangan Sekutu yang selalu mengancam. Tenaga mereka diperas secara berlebihan,
sementara makanan tidak diperhatikan. Mereka tinggal dan tidur dalam
barak-barak yang kotor dan tidak sehat. Banyak romusha mati karena kelaparan,
kecapaian, terkena serangan Sekutu, atau karena terserang penyakit. Selain romusha,
banyak barisan dibentuk untuk kepentingan Jepang, seperti:
- Seinendan (barisan pemuda),
- Keibodan (Barisan Pembantu Polisi),
- Fujinkai (Barisan Wanita),
- Suishintai (Barisan Pelopor),
- Jibakutai (Barisan Berani Mati),
- Gakutotai (Barisan Pelajar),
- Peta (Pembela Tanah Air).
Perlawanan menentang penjajahan Jepang
Penderitaan lahir batin yang dialami rakyat
Indonesia selama pendudukan Jepang di Indonesia menimbulkan rasa benci dan
pemberontakan di berbagai wilayah Indonesia.
Perlawanan rakyat Aceh di Cot Plieng tahun 1942
Perlawanan ini dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil. Perlawanan rakyat Aceh juga
terjadi di Mereudu pada tahun 1944.
Perlawanan di Kaplongan, Jawa Barat
Jepang memaksa petani di Kaplongan untuk
menyerahkan sebagian hasil buminya. Petani marah. Terjadilah perlawanan
terhadap pasukan Jepang.
Perlawanan di Lohbener, Jawa Barat
Petani di Lohbener menolak memberikan hasil
panen padi kepada Jepang. Terjadilah peperangan terhadap pasukan Jepang.
keadilan sosial
KEADILAN SOSIAL
Keadilan sosial adalah sebuah konsep yang membuat para filsuf terkagum-kagum sejak Plato membantah filsuf muda, Thrasymachus, karena ia menyatakan bahwa keadilan adalah apa pun yang ditentukan oleh si terkuat. Dalam Republik, Plato meresmikan alasan bahwa sebuah negara ideal akan bersandar pada empat sifat baik: kebijakan, keberanian, pantangan (atau keprihatinan), dan keadilan.
Sila ke 5 dari Pancasila, mengamanatkan agar semua kebijakan dan program apapun yang dilaksanakan, harus bermuara kepada perwujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pembangunan fisik, seperti Jalan toll, jembatan layang, bandar udara dan gedung tinggi pencakar langit, pusat perbelanjaan /Mall, tidak ada manfaatnya jika tingkat kemiskinan rakyat semakin tinggi.
Bukan berarti kita anti terhadap pembangunan tersebut, akan tetapi bagaimana hasil dari pembangunan tersebut dapat bermanfaat bagi rakyat.
Karena rakyat yang berada pada lapisan termiskin, tidak pernah mampu menggunakan jalan toll, bandar udara apalagi belanja di mall mall yang mewah!
Kalau begitu, bagaimana kita mengukur keberhasilan pembangunan?
Yang jelas, apapun yang dibangun, jika tidak mampu meningkatkan perbaikan kualitas hidup rakyat yang berada dilapisan paling miskin, dapat dikatakan bahwa tidak ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Oleh karena itu, program pembangunan yang menjadi prioritas utama Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) adalah mencerdaskan rakyat yang tertinggal, dengan mengutamakan program pendidikan, dan kesehatan rakyat.
Demi keadilan yang diamanatkan oleh sila ke 5 Pancasila, PDP wajib memprioritaskan anggaran negara untuk mengangkat taraf hidup rakyat yang berada pada lapisan paling miskin.
KESEHATAN, PENDIDIKAN DAN FASILITAS UMUM
Untuk itu Platform PDP adalah, segala bentuk dan program pembangunan harus bermuara kepada peningkatan kualitas hidup rakyat yang berada pada lapisan yang termiskin.
Dengan demikian, ukuran hasil pembangunan menurut Partai Demokrasi Pembaruan adalah:” Berapa besar terjadinya perbaikan kualitas hidup yang dialami oleh rakyat Indonesia yang berada pada lapisan paling miskin.”
Untuk menunjang falsafah pembangunan yang berkeadilan sosial tersebut, PDP akan memperjuangkan upaya memprioritaskan Anggaran Belanja Negara kepada sektor yang langsung dapat meningkatan kualitas hidup rakyat yang berada pada lapisan paling miskin. yaitu:
1. Kesehatan Rakyat: Rakyat yang sehat dan cukup gizi akan mampu belajar dengan optimal. Oleh karena itu anggaran yang cukup besar harus dialokasikan untuk sektor kesehatan rakyat; melalui penyediaan fasilitas pengobatan yang layak, jaminan perawatan ibu ibu hamil dan program peningkatan gizi serta imunisasi balita.
2. Pendidikan Rakyat: Hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, merupakan paspor bagi perbaikan kualitas hidup. Rakyat yang tidak berpendidikan akan menjadi sumber eksplotasi dan menjadi beban negara. Sedangkan rakyat yang memiliki pendidikan tinggi akan menjadi kekayaan negara. Kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara akan menjadi semakin baik, jika rakyat memiliki pendidikan yang tinggi. Seperti diuraikan sebelumnya, kualitas pendidikan rakyat yang tinggi akan mampu meningkatkan kualitas demokrasi; ketaatan hukum (law and Order), kemampuan melakukan pelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan secara umum.
Membiarkan rakyat tanpa pendidikan yang cukup merupakan pelanggaran terhadap keadilan dan hak azasi manusia.
3. Fasilitas umum untuk rakyat: Hak untuk menikmati hidup yang layak merupakan hak semua warga negara. Kebijakan tata ruang dan pembangunan fasilitas umum diutamakan untuk menunjang perbaikan kualitas hidup rakyat yang termiskin. Yaitu pembangunan fasilitas penyediaan air bersih, Perumahan rakyat dan Transportasi umum yang layak dan terjangkau.
Dengan demikian, sesuai dengan amanat Pancasila, PDP akan berjuang untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yaitu dengan cara memprioritaskan Anggaran Belanja Negara kepada 3 sektor: Kesehatan rakyat, Pendidikan rakyat dan Fasilitas Umum untuk Rakyat.
Mayoritas anggaran belanja, harus dialokasikan kepada sektor tersebut.
Inilah tugas utama Pemerintah (Pusat maupun Daerah). Yaitu meningkatkan kualitas hidup rakyat yang berada pada lapisan yang termiskin.
IV.2 MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA:
Pengangguran identik dengan kemiskinan. Oleh karena itu, Program (platform) yang tidak kalah penting adalah penciptaan lapangan kerja. Semakin kecil pengangguran, semakin berkurang jumlah rakyat miskin sehingga beban anggaran negara untuk mengangkat kesejahteraan rakyat, dibidang kesehatan, pendidikan dan pengadaan fasilitas umum akan berkurang jika pengangguran dapat ditekan.
Bertolak dari visi tersebut, maka kebijakan pembangunan dibidang ekonomi harus memiliki TUJUAN UTAMA, yaitu MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA yang sebesar-besarnya.
Bagaimana lapangan kerja dapat diciptakan secara maksimal, dan darimana pemerintah mendapatkan sumber keuangan untuk membiayai sektor kesehatan rakyat, pendidikan rakyat dan fasilitas umum?
Kondisi keuangan negara yang masih sulit, akibat beban utang luar negri yang besar, membuat program tersebut menjadi tidak realistis jika kita terus menerus meminjam uang kepada negara negara lain.
Oleh karena itu, satu satunya jalan adalah dengan mengundang pihak swasta untuk melakukan investasi di Indonesia.
Terciptanya lapangan kerja disetiap sektor merupakan tolok ukur utama dalam pembangunan ekonomi dan industri. Keterbatasan sumber dana pemerintah harus diatasi dengan mengundang pihak swasta untuk melakukan investasi diberbagai bidang, agar penciptaan lapangan kerja menjadi optimal, sekaligus meningkatkan pendapatan negara untuk pembangunan kesehatan rakyat, pendidikan rakyat dan fasilitas sosial. Karena pemerintah harus memprioritaskan sumber APBN kepada 3 sektor tersebut yang sangat penting untuk mengangkat kualitas hidup rakyat yang berada dilapisan paling miskin.
Kebijakan disektor Industri, Pertanian, Pertambangan dan Pariwisata dirancang untuk menciptakan lapangan kerja yang sebesar-besarnya.
TOLOK UKUR yang digunakan untuk mengetahui hasil kebijakan perekonomian tersebut adalah BERAPA BESAR TENAGA KERJA YANG TELAH DIHASILKAN.
Untuk menunjang program tersebut tidak ada pilihan lain, kecuali melakukan terobosan kebijakan sbb:
· Membuka sektor ekonomi seluas luasnya bagi investasi dan pengelolaan kegiatan ekonomi oleh sektor swasta.
· Menciptakan kemudahan kemudahan dan peningkatan daya tarik bagi investor.
· Menciptakan hubungan industrial yang harmonis. Dengan tema menciptakan lapangan kerja baru secara optimal. Hambatan hambatan terhadap upaya tersebut harus dihilangkan.
· Kemudahan dalam bentuk tarif dan cukai dapat dipertimbangkan demi optimalisasi peningkatan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.
· Kebijakan pengelolaan sumber daya alam harus diarahkan kepada peningkatan lapangan kerja didalam negri dengan kebijakan meningkatkan NILAI TAMBAH dari sumber daya alam tersebut. (baca; optimalisasi peningkatan lapangan kerja pada kebijakan sektoral )
Sektor Pertambangan dan Energi
Perkembangan sumber daya energi dunia yang semakin langka, telah membuat negara negara maju berlomba untuk meningkatkan dan mengamankan cadangan sumber daya energi yang mereka butuhkan untuk menggerakkan industri dan ekonomi mereka.
Indonesia, walaupun tidak masuk kategori negara maju,memiliki sumber minyak, gas alam dan batu bara yang sangat besar. Akan tetapii, ternyata sumbedaya energi Indonesia lebih banyak dieksplorasi dan dimanfaatkan untuk menggerakan industri dan ekonomi negara lain.
Dengan biaya yang sangat mahal, yaitu biaya transportasi, biaya teknologi dan asuransi, sumber daya energi Indonesia telah puluhan tahun diangkut menyeberang lautan samudra (puluhan ribu kilometer) kenegara-negara lain (Jepang, China, Amerika dan Eropa).
Selanjutnya, sumber daya energi dari Indonesia tersebut telah digunakan untuk memajukan kesejahteraan negara tersebut, karena menjadi faktor utama dalam menggerakkan industri dan ekonomi mereka, menciptakan lapangan kerja dinegaranya dan meningkatkan daya saing mereka.
Kenyataan selanjutnya, Indonesia ketergantungan Indonesia terhadap negara negara maju menjadi semakin besar, Karena kita menjadi negara yang membutuhkan produk produk mereka (baik produk konsumen seperti, barang elektronik, kendaraan bermotor maupun mesin mesin untuk industri).
Ironisnya, pejabat pejabat Indonesia selalu berdatangan kenegara-negara tersebut (Jepang, China, Amerika dan Eropa) untuk mengemis agar mereka mau menanamkan modal dan investasi di Indonesia. Padahal, mereka yang membutuhkan sumber energi dari Indonesia. Dengan kata lain, daya saing dan produktivitas negara tersebut sangat tergantung kepada sumber daya energi yang dimiliki oleh Indonesia!
Kenyataan tersebut harus dirubah, karena sumber daya energi yang diangkut keluar negeri, selain tidak dapat diperbarui (non renewable) sama sekali tidak menciptakan lapangan kerja untuk bangsa Indonesia, karena proses industrialisasi yang menciptakan kesejahteraan dan lapangan kerja berlangsung dinegara lain.
(contoh: sebagian besar Industri manufacturing di Jepang digerakkan oleh sumber energi yang berasal dari Indonesia).
Apa yang harus dirubah?
Karena eksplorasi dan eksplotasi sumber daya energi (Minyak, Gas Bumi dan batu bara) pada umumnya membutuhkan biaya yang besar, sedangkan keuangan negara pada saat ini sangat terbatas, maka tetap dibutuhkan pihak swasta untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan eksplotasi. Akan tetapi hasilnya harus diutamakan untuk kegiatan industrialisasi dan pembangkit tenaga listrik didalam negeri.
Bagi negara negara yang membutuhkan sumber energi dari Indonesia, mereka harus datang dan membuka pabrik di Indonesia atau memindahkan pabrik pabriknya ke Indonesia. Bukan sebaliknya, yaitu sumber daya energi dari Indonesia diangkut keluar negri.
Dengan demikian, kita akan mampu menikmati sumber daya alam kita dan mampu menciptakan lapangan kerja secara besar besaran sekaligus memiliki daya saing yang tidak dapat ditandingi.
Contoh: Jika produksi LNG dari Bontang (Kalimantan Timur) tidak di bawa ke Jepang untuk menggerakan Industri Otomotif di Jepang, akan tetapi kita sediakan lahan di Bontang untuk investor Jepang membangun pabrik mobil, akan tercipta lapangan kerja bagi rakyat Indonesia dan terjadi peningkatan pendapatan negara dari pajak yang sudah tentu menjadikan Indonesia sejajar dengan negara maju, bahkan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Kebijakan tersebut harus juga diterapkan untuk sumber daya alam lainnya seperti kebijakan pengelolaan hutan dengan kebijakan industri kayu.
Namun demikian penerapannya harus bertahap, karena kita harus menghargai kontrak internasional yang sedang berjalan.
Pembangunan fisik, seperti Jalan toll, jembatan layang, bandar udara dan gedung tinggi pencakar langit, pusat perbelanjaan /Mall, tidak ada manfaatnya jika tingkat kemiskinan rakyat semakin tinggi.
Bukan berarti kita anti terhadap pembangunan tersebut, akan tetapi bagaimana hasil dari pembangunan tersebut dapat bermanfaat bagi rakyat.
Karena rakyat yang berada pada lapisan termiskin, tidak pernah mampu menggunakan jalan toll, bandar udara apalagi belanja di mall mall yang mewah!
Kalau begitu, bagaimana kita mengukur keberhasilan pembangunan?
Yang jelas, apapun yang dibangun, jika tidak mampu meningkatkan perbaikan kualitas hidup rakyat yang berada dilapisan paling miskin, dapat dikatakan bahwa tidak ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Oleh karena itu, program pembangunan yang menjadi prioritas utama Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) adalah mencerdaskan rakyat yang tertinggal, dengan mengutamakan program pendidikan, dan kesehatan rakyat.
Demi keadilan yang diamanatkan oleh sila ke 5 Pancasila, PDP wajib memprioritaskan anggaran negara untuk mengangkat taraf hidup rakyat yang berada pada lapisan paling miskin.
KESEHATAN, PENDIDIKAN DAN FASILITAS UMUM
Untuk itu Platform PDP adalah, segala bentuk dan program pembangunan harus bermuara kepada peningkatan kualitas hidup rakyat yang berada pada lapisan yang termiskin.
Dengan demikian, ukuran hasil pembangunan menurut Partai Demokrasi Pembaruan adalah:” Berapa besar terjadinya perbaikan kualitas hidup yang dialami oleh rakyat Indonesia yang berada pada lapisan paling miskin.”
Untuk menunjang falsafah pembangunan yang berkeadilan sosial tersebut, PDP akan memperjuangkan upaya memprioritaskan Anggaran Belanja Negara kepada sektor yang langsung dapat meningkatan kualitas hidup rakyat yang berada pada lapisan paling miskin. yaitu:
1. Kesehatan Rakyat: Rakyat yang sehat dan cukup gizi akan mampu belajar dengan optimal. Oleh karena itu anggaran yang cukup besar harus dialokasikan untuk sektor kesehatan rakyat; melalui penyediaan fasilitas pengobatan yang layak, jaminan perawatan ibu ibu hamil dan program peningkatan gizi serta imunisasi balita.
2. Pendidikan Rakyat: Hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, merupakan paspor bagi perbaikan kualitas hidup. Rakyat yang tidak berpendidikan akan menjadi sumber eksplotasi dan menjadi beban negara. Sedangkan rakyat yang memiliki pendidikan tinggi akan menjadi kekayaan negara. Kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara akan menjadi semakin baik, jika rakyat memiliki pendidikan yang tinggi. Seperti diuraikan sebelumnya, kualitas pendidikan rakyat yang tinggi akan mampu meningkatkan kualitas demokrasi; ketaatan hukum (law and Order), kemampuan melakukan pelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan secara umum.
Membiarkan rakyat tanpa pendidikan yang cukup merupakan pelanggaran terhadap keadilan dan hak azasi manusia.
3. Fasilitas umum untuk rakyat: Hak untuk menikmati hidup yang layak merupakan hak semua warga negara. Kebijakan tata ruang dan pembangunan fasilitas umum diutamakan untuk menunjang perbaikan kualitas hidup rakyat yang termiskin. Yaitu pembangunan fasilitas penyediaan air bersih, Perumahan rakyat dan Transportasi umum yang layak dan terjangkau.
Dengan demikian, sesuai dengan amanat Pancasila, PDP akan berjuang untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yaitu dengan cara memprioritaskan Anggaran Belanja Negara kepada 3 sektor: Kesehatan rakyat, Pendidikan rakyat dan Fasilitas Umum untuk Rakyat.
Mayoritas anggaran belanja, harus dialokasikan kepada sektor tersebut.
Inilah tugas utama Pemerintah (Pusat maupun Daerah). Yaitu meningkatkan kualitas hidup rakyat yang berada pada lapisan yang termiskin.
IV.2 MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA:
Pengangguran identik dengan kemiskinan. Oleh karena itu, Program (platform) yang tidak kalah penting adalah penciptaan lapangan kerja. Semakin kecil pengangguran, semakin berkurang jumlah rakyat miskin sehingga beban anggaran negara untuk mengangkat kesejahteraan rakyat, dibidang kesehatan, pendidikan dan pengadaan fasilitas umum akan berkurang jika pengangguran dapat ditekan.
Bertolak dari visi tersebut, maka kebijakan pembangunan dibidang ekonomi harus memiliki TUJUAN UTAMA, yaitu MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA yang sebesar-besarnya.
Bagaimana lapangan kerja dapat diciptakan secara maksimal, dan darimana pemerintah mendapatkan sumber keuangan untuk membiayai sektor kesehatan rakyat, pendidikan rakyat dan fasilitas umum?
Kondisi keuangan negara yang masih sulit, akibat beban utang luar negri yang besar, membuat program tersebut menjadi tidak realistis jika kita terus menerus meminjam uang kepada negara negara lain.
Oleh karena itu, satu satunya jalan adalah dengan mengundang pihak swasta untuk melakukan investasi di Indonesia.
Terciptanya lapangan kerja disetiap sektor merupakan tolok ukur utama dalam pembangunan ekonomi dan industri. Keterbatasan sumber dana pemerintah harus diatasi dengan mengundang pihak swasta untuk melakukan investasi diberbagai bidang, agar penciptaan lapangan kerja menjadi optimal, sekaligus meningkatkan pendapatan negara untuk pembangunan kesehatan rakyat, pendidikan rakyat dan fasilitas sosial. Karena pemerintah harus memprioritaskan sumber APBN kepada 3 sektor tersebut yang sangat penting untuk mengangkat kualitas hidup rakyat yang berada dilapisan paling miskin.
Kebijakan disektor Industri, Pertanian, Pertambangan dan Pariwisata dirancang untuk menciptakan lapangan kerja yang sebesar-besarnya.
TOLOK UKUR yang digunakan untuk mengetahui hasil kebijakan perekonomian tersebut adalah BERAPA BESAR TENAGA KERJA YANG TELAH DIHASILKAN.
Untuk menunjang program tersebut tidak ada pilihan lain, kecuali melakukan terobosan kebijakan sbb:
· Membuka sektor ekonomi seluas luasnya bagi investasi dan pengelolaan kegiatan ekonomi oleh sektor swasta.
· Menciptakan kemudahan kemudahan dan peningkatan daya tarik bagi investor.
· Menciptakan hubungan industrial yang harmonis. Dengan tema menciptakan lapangan kerja baru secara optimal. Hambatan hambatan terhadap upaya tersebut harus dihilangkan.
· Kemudahan dalam bentuk tarif dan cukai dapat dipertimbangkan demi optimalisasi peningkatan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.
· Kebijakan pengelolaan sumber daya alam harus diarahkan kepada peningkatan lapangan kerja didalam negri dengan kebijakan meningkatkan NILAI TAMBAH dari sumber daya alam tersebut. (baca; optimalisasi peningkatan lapangan kerja pada kebijakan sektoral )
Sektor Pertambangan dan Energi
Perkembangan sumber daya energi dunia yang semakin langka, telah membuat negara negara maju berlomba untuk meningkatkan dan mengamankan cadangan sumber daya energi yang mereka butuhkan untuk menggerakkan industri dan ekonomi mereka.
Indonesia, walaupun tidak masuk kategori negara maju,memiliki sumber minyak, gas alam dan batu bara yang sangat besar. Akan tetapii, ternyata sumbedaya energi Indonesia lebih banyak dieksplorasi dan dimanfaatkan untuk menggerakan industri dan ekonomi negara lain.
Dengan biaya yang sangat mahal, yaitu biaya transportasi, biaya teknologi dan asuransi, sumber daya energi Indonesia telah puluhan tahun diangkut menyeberang lautan samudra (puluhan ribu kilometer) kenegara-negara lain (Jepang, China, Amerika dan Eropa).
Selanjutnya, sumber daya energi dari Indonesia tersebut telah digunakan untuk memajukan kesejahteraan negara tersebut, karena menjadi faktor utama dalam menggerakkan industri dan ekonomi mereka, menciptakan lapangan kerja dinegaranya dan meningkatkan daya saing mereka.
Kenyataan selanjutnya, Indonesia ketergantungan Indonesia terhadap negara negara maju menjadi semakin besar, Karena kita menjadi negara yang membutuhkan produk produk mereka (baik produk konsumen seperti, barang elektronik, kendaraan bermotor maupun mesin mesin untuk industri).
Ironisnya, pejabat pejabat Indonesia selalu berdatangan kenegara-negara tersebut (Jepang, China, Amerika dan Eropa) untuk mengemis agar mereka mau menanamkan modal dan investasi di Indonesia. Padahal, mereka yang membutuhkan sumber energi dari Indonesia. Dengan kata lain, daya saing dan produktivitas negara tersebut sangat tergantung kepada sumber daya energi yang dimiliki oleh Indonesia!
Kenyataan tersebut harus dirubah, karena sumber daya energi yang diangkut keluar negeri, selain tidak dapat diperbarui (non renewable) sama sekali tidak menciptakan lapangan kerja untuk bangsa Indonesia, karena proses industrialisasi yang menciptakan kesejahteraan dan lapangan kerja berlangsung dinegara lain.
(contoh: sebagian besar Industri manufacturing di Jepang digerakkan oleh sumber energi yang berasal dari Indonesia).
Apa yang harus dirubah?
Karena eksplorasi dan eksplotasi sumber daya energi (Minyak, Gas Bumi dan batu bara) pada umumnya membutuhkan biaya yang besar, sedangkan keuangan negara pada saat ini sangat terbatas, maka tetap dibutuhkan pihak swasta untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan eksplotasi. Akan tetapi hasilnya harus diutamakan untuk kegiatan industrialisasi dan pembangkit tenaga listrik didalam negeri.
Bagi negara negara yang membutuhkan sumber energi dari Indonesia, mereka harus datang dan membuka pabrik di Indonesia atau memindahkan pabrik pabriknya ke Indonesia. Bukan sebaliknya, yaitu sumber daya energi dari Indonesia diangkut keluar negri.
Dengan demikian, kita akan mampu menikmati sumber daya alam kita dan mampu menciptakan lapangan kerja secara besar besaran sekaligus memiliki daya saing yang tidak dapat ditandingi.
Contoh: Jika produksi LNG dari Bontang (Kalimantan Timur) tidak di bawa ke Jepang untuk menggerakan Industri Otomotif di Jepang, akan tetapi kita sediakan lahan di Bontang untuk investor Jepang membangun pabrik mobil, akan tercipta lapangan kerja bagi rakyat Indonesia dan terjadi peningkatan pendapatan negara dari pajak yang sudah tentu menjadikan Indonesia sejajar dengan negara maju, bahkan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Kebijakan tersebut harus juga diterapkan untuk sumber daya alam lainnya seperti kebijakan pengelolaan hutan dengan kebijakan industri kayu.
Namun demikian penerapannya harus bertahap, karena kita harus menghargai kontrak internasional yang sedang berjalan.
manusia dan kegelisahan
MANUSIA DAN
KEGELISAHAN
A. Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan
berasal dari kata “gelisah”. Gelisah artinya rasa yang tidak tentram di hati
atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidak sabar lagi
(menanti), cemas dan sebagainya. Kegelisahan menggambarkan seseorang tidak
tentram hati maupun perbuatannya, artinya merasa gelisah, khawatir, cemas atau
takut dan jijik. Rasa gelisah ini sesuai dengan suatu pendapat yang menyatakan
bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatir atau takut.
Manusia
suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan. Kegelisahan ini, apabila
cukup lama hinggap pada manusia, akan menyebabkan suatu gagguan penyakit.
Kegelisahan yang cukup lama akan menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia.
Kegelisahan
hanya dapat diketahui dari gejala tingkahlaku atau gerak gerik seseorang dalam
situasi tertentu. Gejala gerak gerik atau tingkah laku itu umumnya lain dari
biasanya, misalnya berjalan mondar-mandir dalam ruang tertentu sambil
menundukkan kepala, duduk merenung sambil memegang kepala, duduk dengan wajah
murung,malas bicara, dan lain-lain.kegelisahan juga merupakan ekspresi dari
kecemasan. Masalah kecemasan atau kagalisahan berkaitan juga dengan masalah
frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami
frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
Tragedi
dunia modern tidak sedikit dapat menyebabkan kegelisahan. Hal ini mungkin
akibat kebutuhan hidup yang meningkat, rasa individualistis dan egoisme,
persaingan dalam hidup, keadaan yang tidak stabil, dan seterusnya. Kegelisahan
dalam konteks budaya dapatlah dikatakan sebagai akibat adanya instink manusia
untuk berbudaya, yaitu sebagai upaya untuk mencari “kesempurnaan”. Atau, dari
segi batin manusia, gelisah sebagai akibat noda dosa pada hati manusia. Dan
tidak jarang akibat kegelisahan seseorang, sekaligus membuat orang lain menjadi
korbannya.
Penyebab
kegelisahan dapat pula dikatakan akibat mempunyai kemampuan untuk membaca dunia
dan mengetahui misteri hidup. Kehidupan ini yang menyebabkan mereka menjadi
gelisah. Mereka sendiri sering tidak tahu mengapa mereka gelisah, mereka
hidupnya kosong dan tidak mempunyai arti. Orang yang tidak mempunyai dasar
dalam menjalankan tugas (hidup), sering ditimpa kegelisahan. Kegelisahan yang
demikian sifatnya abstrak sehingga disebut kegelisahan murni, yaitu kegelisahan
murni tanpa mengetahui apa penyebabnya. Bentuk- bentuk kegelisahan manusia
berupa keterasingan, kesepian, ketidakpastian. Perasaan-perasaan semacam ini
silih berganti dengan kebahagiaan, kegembiraan dalam kehidupan manusia.
Tentang perasaan cemas ini, Sigmund Freud membedakannya menjadi tiga
macam, yaitu :
1) Kecemasan obyektif (kenyataan), kegelisahan ini mirip dengan
kegelisahan terapan dan kegelisahan ini timbul akibat adanya pengaruh dari luar
atau lingkungan sekitar.
Contoh
:
Tini
seorang ibu muda, mempunyai anak berumur dua tahun, Tina namanya. Tina tumbuh
sehat, montok, lucu, lincah, dan sangat akrab dengan ibunya. Hampir seluruh
waktu Tini tercurahkan untuk Tina. Ia keluar kerja demi Tina, anak yang baru
seorang itu. Sekonyong-konyong Tina sakit ; muntah-muntah disertai buang air.
Tini bingung, anaknya segera dibawa kerumah sakit. Kata dokter, Tina harus
dirawat di rumah sakit dan tidak boleh ditunggui. Tina menangis terus, tetapi
ibunya harus meninggalkannya. Tini gelisah, cemas, khawatir, memikirkan nasib
anaknya.
Pada
contoh tersebut jelas bagi kita, bahwa kecemasan yang diderita oleh ibu Tini
adalah karena adanya bahaya dari luar yang mengancam anaknya.
2) Kecemasan neurotik (saraf). Kecemasan ini timbul akibat
pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund freud kecemasan ini
dibagi dalam tiga macam, yakni :
·
Kecemasan yang timbul akibat penyesuaian diri dengan
lingkungan. Kecemasan ini timbul karena orang itu takut akan bayangannya
sendiri, atau takut akan idenya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego.
Contoh
:
Ujang
anak laki-laki berumur 10 tahun, duduk di kelas 4 SD. Pada suatu hari ia diberi
tahu ayahnya bahwa bulan depan ayahnya pindah ke kota lain. Mereka sekeluarga
harus pindah. Sudah tentu ia harus ikut. Jadi, ia harus pindah sekolah ke kota
tempat ayahnya bertugas. Ibunya tampak gelisah, karena ia telah merasa
betah tinggal di tempat itu berkat adanya seorang ibu yang aktif mengumpulkan
dan memajukan ibu-ibu. Lebih-lebih Ujang, karena baik di kampung maupun
di sekolah ia memiliki banyak kawan. Ia takut kalau di tempat baru kelak ia
tidak merasa betah. Namun bila tidak ikut pindah, ia akan ikut siapa?. Bila
ikut pindah, bagaimana suasana di tempat baru nanti?. Ia takut pada bayangannya
sendiri.
·
Rasa takut irasional atau fobia. Rasa takut ini mudah
menular sehingga kadang-kadang tanpa alasan dan hanya karena pandangan saja,
yang kemudia dilanjutkan dengan khayalan yang kuat dan dapat menimbulkan rasa
takut.
Contoh
:
Orang
takut ular, binatang berbulu, atau takut lintah. Rasa takut seperti ini dapat
kita tekan, sehingga berkurang, atau hilang sama sekali. Pengalaman ketika
kecil dapat menjadikan anak takut akan sesuatu, seperti benda tajam, takut
darah, dan sebagainya.
·
Rasa takut lain seperti rasa gugup, gagap, dan sebagainya.
Contoh
:
Seseorang
yang tidak bisa menyanyi atau bicara di depan umum, sekonyong-konyong diminta
untuk menyanyi atau berpidato, ia akan gelisah, gemetar, dan hilang
keseimbangan, sehingga sulit berbicara atau bernyanyi.
3) Kecemasan moral
Tiap
pribadi memiliki bermacam-macam emosi, antara lain : iri, benci, dendam,
dengki, marah,takut, gelisah, cinta, rasa kurang (inferiot).
Sifat
seperti rasa iri, benci, dengki, dendam dan sebagainya adalah sifat yang tidak
terpuji baik diantara sesama manusia, maupun dihadapan Tuhan. Dengan adanya
sifat itu, seseorang akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah, dan putus
asa.
Setiap
orang memiliki emosi, dan emosi penting bagi kemajuan. Namun, emosi tidak
terbendung akan menyebabkan perasaan–perasaan cemas, gelisah, khawatir, benci
dan perasaan negatif lainnya. Perasaan itu demikian hebatnya, sehingga dapat
mendesak dan mengusir pikiran-pikiran tenang, tentram, segar, dan damai.
Contoh
:
Datuk
Maringgih iri melihat kemajuan usaha Bagindo Sulaiman, ayah Siti Nurbaya.
Hatinya selalu gelisah, takut usahanya akan mati, kalah bersaing. Karena itu,
ia menyuruh orang agar membakar toko Bagindo Sulaiman. (Siti Nurbaya –
Marah Rusli).
·
Sebab – sebab orang gelisah
Bila
dikaji, sebab–sebab orang gelisah adalah karena pada hakikatnya orang takut
kehilangan hak–haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman
dari luar maupun dari dalam.
Contoh
:
Bila
ada suatu tanda bahaya (bahaya banjir, gunung meletus, atau perampokan), orang
tentu akan gelisah. Hal itu disebabkan karena adanya bahaya yang mengancam akan
hilangnya beberapa hak orang sekaligus, misalnya hak hidup, hak milik, hak
memperoleh perlindungan, hak kemerdekaan hidup, dan mungkin hak nama baik.
Misalnya kentongan yang dipukul terus–menerus dan bersaut–sautan makin lama
makin dekat, membuat orang–orang gelisah. Apakah yang akan terjadi? Meskipun
peristiwa belum ada, tetapi hal itu merupakan tanda bahaya.
·
Usaha – usaha mengatasi kegelisahan
Dalam
mengatasi kegelisahan diperlukan nilai-nilai agama seperti bersifat qana’ah
(berpikir positif). pertama–tama harus dimulai dari diri sendiri, yaitu
bersikap tenang. Dengan bersikap tenang, sehingga ketidaksabaran atau
kecemasnnya dapat dikurangi dengan berdo’a kepada Tuhan serta berusaha keras
untuk mengatasi hal yang membuatnya menjadi gelisah dan mungkin segala
kesulitan dapat diatasi.
Contoh
:
Dokter
yang menghadapi anak atau istrinya yang sedang sakit, justru tidak dapat merasa
tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Ia tidak dapat berbuat apa–apa bila
menghadapi keluarganya yang sakit, karena ia merasa khawatir. Dalam hal ini ia
harus bersikap seperti menghadapi pasien yang bukan keluarganya.
Cara
lain untuk mengatasi kegelisahan, manusia diperintahkan untuk meningkatkan
iman, takwa, dan amal shaleh. Seperti firman Allah SWT yang artinya :
“sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir, apabila
ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah, tetapi bila mendapat kebaikan, ia amat
kikir, kecuali orang–orang yang mengerjakan shalat, mereka yang tetap
mengerjakan shalatnya, dan orang–orang yang dalam hartanya tersedia bagian
tertentu bagi orang miskin (yang tidak dapat meminta), dan orang– orang yang
mempercayai hari pembalasan, dan orang–orang yang takut terhadap adzab Tuhannya
”. (Q.S. Al-Ma’aarij : 19-27)
Hanya
dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan dan memasrahkan diri kepada Tuhan,
maka hati gelisah manusia akan hilang. Mendekatkan diri bukan hanya dengan cara
melalui hubungan vertikal dengan Tuhan, tetapi juga melalui hubungan horizontal
dengan sesama manusia sebagaimana yang diperitahkan oleh Tuhan.
·
Kegelisahan Apa dan Mengapa?
Secara
lentur, kegelisahan dapat dikatakan sebagai rasa tidak tentram, rasa selalu
khawatir, rasa tidak tenang, rasa tidak sabar, cemas, dan semacamnya. Yang
jelas kegelisahan berkaitan dengan rasa yang berkembang dalam diri manusia.
Sebagai
fenomen universal, artinya mendera manusia manapun, kegelisahan bisa muncul
akibat faktor penyebab yang berbeda–beda. Upaya mengidentifikasikan adanya
berbagai macam kegelisahan atau kecemasan tidaklah semata–mata menjadi
kapasitas dunia keilmuan, yang dalam konteks ini diwakili oleh pemikiran Freud,
dokter Austria yang gema pengaruhnya mampu menembus disiplin–disiplin
psikologi, psikiatri, sosiologi, antropologi, dan bahkan filsafat. Akan tetapi,
dengan cara tutur yang berbeda, upaya identifikasi tersebut sudah dilakukan
oleh seniman. Ini boleh jadi lantaran kegelisahan, boleh dibilang sebagai
fenomena yang paling lengket dalam diri manusia.
Seniman
memandang alam berbeda dengan pandangan seseorang yang bukan seniman.
Kadang–kadang satu hal yang sepele menurut orang biasa, tetapi lewat garapan
imajinasi seorang seniman menjadi lebih berarti. Namun demikian, satu hal yang
tidak bisa dipungkiri bahwa setiap seniman adalah seorang pencari yang tak
pernah menemukan. Dalam pencarian, ia gelisah mencari dan terus mencari. Ia
mencari ke dalam alam fisik, terutama ke dalam alam rohani. Ia merambah waktu
dan zaman dan ia membuka simpul–simpul kerahasiaan. Seperti manusia umumnya,
seniman pun ditengah pencariannya selalu merasa gelisah. Merasa adanya
ketidaktenangan di tengah ketenangan yang dicarinya. Ini bisa dimengerti
mengingat seniman bagaimanapun adalah bagian dari masyarakat yang juga
memikirkan situasi masyarakat sekitarnya. Dalam dunia seni dan sastra, suatu
kondisi objektif tidak hanya berpengaruh terhadap pesan–pesan yang ingin
disampaikan seseorang melalui karya–karya seni dan sastranya. Akan tetapi lebih
luas dari itu, bahkan kondisi–kondisi tertentu ikut berpengaruh terhadap proses
kreativitas sang seniman.
Fenomen
kegelisahan yang neurotik, sebagai buah dari gangguan kejiwaan, tidak jarang
dialami, misalnya oleh mereka yang mengidap paranoia, suatu gejala kejiwaan
yang senantiasa mendorong si penderita untuk gampang curiga, atau mereka –
mereka yang mengidap phobia, suatu gejala ketakutan irrasional.
Sebagimana
diketahui, setiap orang memiliki berbagai emosi, seperti misalnya iri, benci,
marah, takut, cinta, rendah diri, dan lain sebagainya. Sebenarnya, emosi
penting bagi kemajuan manusia. Akan tetapi, apabila manusia tidak mampu
membendung emosinya sendiri, tidak mampu mengendalikan emosinya sendiri, atau
tidak ada keinginan untuk mengarahkan emosinya sendiri, justru bukan kemajuan
yang akan menyebabkan timbulnya berbagai perasaan negatif seperti cemas,
gelisah, khawatir,dan semacamnya.
Carlyle
dalam buku on heroes, hero wor ship, and the heroic history membagi manusia
menjadi dua kelompok. Yang pertama adalah para heroes, yaitu para pahlawan atau
orang–orang besar. Dan yang kedua adalah orang–orang biasa. Hubungan kedua
kelompok tersebut dengan kegelisahan ialah kelompok pertama adalah orang–orang
yang diberi kelebihan oleh Tuhan untuk memimpin. Ada diantara mereka negarawan,
seperti misalnya Napoleon, ada yang Nabi, seperti Muhammad SAW, dan ada pula
yang intelektual, seperti misalnya Dante, Shakes Peare, dan beberapa filusuf
lainnya. Mereka mempunyai kemampuan untuk membaca dunia dan mengetahui misteri
kehidupan. Dengan adanya kemampuan inilah mereka gelisah. Mereka sendiri sering
tidak tahu mengapa mereka gelisah. Mereka sering merasa hidupnya kosong dan
tidak mempunyai arti. Mereka berusaha mengatur kehidupan orang lain untuk
mencapai kehidupan yang lebih baik. Mereka berusaha untuk mengajarkan hakiki
kebenaran kepada sesame manusia, dan mereka berusaha untuk menjabarkan misteri
kehidupan yang tidak terlihat oleh orang lain, dan menumbuhkan suasana harmonis
dari masing–masing ciri manusia yang bertentangan dan saling
menghancurkan. Disamping kegelisahan yang sudah disebut di atas, yaitu yang
tidak diketahui sebabnya dan karena itu nampaknya tidak mempunyai dasar, dalam
menjalankan tugas-tugas ini mereka juga ditimpa oleh kegelisahan lain, yaitu
kegelisahan akan menemui kegagalan.
Kelompok
kedua adalah orang–orang biasa, yang tidak mempunyai kemampuan seperti kelompok
pertama. Mereka juga tidak terlepas dari kegelisahan, hanya saja kegelisahan
mereka tidak sesyahdu kegelisahan pertama orang–orang besar. Dengan diberikan
kesibukan, mungkin kegelisahan mereka akan hilang. Sebaliknya, pertama
orang–orang besar mungkin tidak dapat dihapus dengan sekedar mencari kesibukan.
Jiwa mereka pasti mencari–cari terus, sering tanpa mengetahui apa yang
dicarinya.
B. Keterasingan
Keterasingan
berasal dari kata terasing, asal kata dari kata dasar asing. Kata asing berarti
sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari
pergaulan, terpisahkan dari yang lain,atau terpencil. Jadi, keterasingan
berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpisah dari
yang lain atau terpencil. Apapun makna yang kita lekatkan pada istilah
keterasingan, yang jelas ia merupakan bagian dari hidup manusia. Sebagai bagian
dari hidup manusia, sebagaimana juga kegelisahan, maka keterasingan pun
memiliki sifat universal. Ini berarti bahwa keterasingan tidak pernah mengenal
perbedaan manusia. Sebentar ataukah lama setiap orang akan pernah mengalami
keterasingan ini, meskipun kadar atau penyebabnya berbeda-beda.
Contoh
:
1.
Jaksa Penuntut Umum menganggap Tahir Bin Jarot sebagai
keturunan penjahat. Ia menjadi penjahat, karena dalam darahnya mengalir darah
penjahat. Ia sangat berbahaya, karena itu ia harus dibuang ke Nusa Kambangan
selama 7 tahun. Di sana ia mengalami keterasingan.
2.
Murni gadis lincah, bebas, dan pandai bergaul. Kawannya
banyak dan hilir mudik bergantian datang dan mengajak pergi. Pada suatu hari
tersiar berita ia mendapat “kecelakaan”. Sejak itu ia tidak pernah menampakkan
diri dan tak ada kawan yang hilir mudik datang berkunjung dan mengajak pergi.
Ia menyembunyikan diri di kamar, malu keluar. Ia hidup dalam keterasingan.
Ø Sebab
– sebab keterasingan
Bila
kita memperhatikan contoh (1) jelas bahwa Tahrir terasing karena mendapat
hukuman. Mungkin setelah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan, ia kurang dapat
diterima oleh masyarakat. sedangkan pada contoh (2), Murni tidak mau bergaul lagi
dengan kawan-kawannya, hidup menyendiri, karena malu atas perbuatannya yang
melanggar moral. Jadi, sebab-sebab hidup terasing itu bersumber pada :
·
Perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat, antara
lain mencuri, bersikap angkuh atau sombong.
Sikap
dan perbuatan seseorang tidaklah mesti sesuai dengan aspirasi orang lain,
lebih-lebih dalam masyarakat yang beragam seperti masyarakat kita ini, bilamana
ketidaksesuaian ini berkembang bisa diduga akan timbul jarak antara orang satu
dengan lainnya. Ketidaksesuaian ini bisa jadi timbul lantaran seseorang
menampakkan sikap dan perbuatan yang di mata orang lain negatif seperti
misalnya sombong, menganggap dirinya lebih tinggi, angkuh, kaku, pemarah, dan
semacamnya.
Sikap
yang sejenis dengan angkuh atau sombong ialah sikap kaku, pemarah, dan suka
berkelahi. Sikap seperti itu menjauhkan kawan dan mendekatkan lawan. Orang
segan berkawan dengan orang yang bersikap seperti itu, sebab takut terjadi
konflik batin atau konflik fisik.
·
Sikap rendah diri.
Sikap
rendah diri menurut Alex Gunur adalah sikap kurang baik. Sikap ini menganggap
atau merasa dirinya selalu atau tidak berharga, tidak atau kurang laku, tidak
atau kurang mampu di hadapan orang lain. Sikap ini disebut juga sikap minder.
Jadi, bukan orang lain yang menganggap dirinya rendah, tetapi justru dirinya
sendiri, tetapi juga tidak baik bagi masyarakat. Sikap rendah diri disebabkan
antara lain kemungkinan cacat fisik, status sosial-ekonominya, rendah
pendidikannya, dan karena kesalahan perbuatannya.
a. Keterasingan karena cacat fisik
Cacat
fisik tidak perlu membuat hidup terasing karena itu adalah kehendak Tuhan.
Namun, seringkali manusia memiliki jalan pikiran yang berbeda. Erasa malu anak
atau cucunya cacat fisik, maka disingkirkannya anak tersebut dari pergaulan
ramai, hidup dalam keterasingan.
b. Keterasingan karena sosial-ekonomi
Ekonomi
kuat atau lemah adalah anugerah Tuhan. Orang tidak boleh membanggakan kekayaan
dan tidak boleh pula merasa rendah diri karena keadaan ekonomi yang minim. Namun
dalam kenyataan lain keadaannya, orang-orang yang tergolong lemah ekonominya
seringkali merasa rendah diri. Akibatnya orang-orang kaya sering membanggakan
kekayaannya, meskipun tanpa disengaja.
c. Keterasingan karena rendah pendidikan
Banyak
juga orang yang merasa rendah diri karena rendah pendidikannya dan tidak dapat
mengikuti jalan pikiran orang yang berpendidikan tinggi dan banyak pengalaman.
Dalam
pergaulan orang-orang yang berpendidikan rendah dan kurang berpengalaman
biasanya menyendiri, mengasingkan diri karena merasa sulit menempatkan diri.
Ingin bertanya takut salah,juga takut ditanya, takut jawabannya tidak benar.
Akibatnya ia menjauhkan diri dari pergaulan.
Akan
tetapi, orang seperti itu masih lebih baik dari pada mereka yang berlagak pintar
dan akhirnya menjadi bahan tertawaan.
Contoh
:
1.
Akil yang merasa berpendidikan rendah, tidak mau
bercakap-cakap dengan tamu dalam pertemuan itu. Apalagi tamu-tamu itu
sebentar-sebentar mempergunakan bahasa asing yang belum pernah didengarkannya.
Ia merasa makin takut meskipun pakiannya tidak kalah dengan mereka karena
pendidikan dan pengalamannya jauh lebih rendah dari mereka. Karena itu ia
menghindarkan diri dan menyendiri saja.
2.
Lain halnya dengan Dodo, biarpun pendidikannya rendah, ia
tidak perduli. Dalam pertemuan ia tanya sini tanya sana, sehingga tidak jarang
membuat orang heran, sebab pertanyaan tidak dapat dimengerti sebaliknya bila
ditanya lain pula jawabannya. Akhirnya ia kurang diperhatikan orang dan
tersisihkan dari pergaulan.
Langganan:
Postingan (Atom)